BEAS KAHEMAN DI PURWAKARTA


Beras secara kebahasaan atau linguistik merupakan bagian integral dalam kehidupan manusia pada aspek pangan, dapat dikatakan menjadi penciri dari budaya Austronesia,  khususnya Austronesia bagian barat,  yang paling terpenting beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok warga Indonesia yang barada dalam Austronesia itu sendiri.     

Bangsa Indonesia adalah negara agraris, tanahnya subur sangat cocok untuk ditanami beras untuk menutupi kebutuhan negara-negara lain yang kondisi tanahnya tidak seperti di indonesia. Dari setiap kepemimpinan pemerintah Indonesia selalu menekankan pengembangan penanaman padi, Pembedaan padi, gabah,merang, jerami, beras, atau nasi , merupakan salah satu ciri melekatnya "budaya padi" pada masyarakat pengguna.

Pemerintah daerah Purwakarta melalui dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menciptakan satu sistem kemanfaatan beras dalam berkehidupan sosial, menanamkan karakter membantu sesama dengan saling berbagi melalui program beas kaheman,

Tujuan dari kebijakan pemerintah yang diterapkan pada sekolah-sekolah di wilyaha Purwakarta adalah  salah satu strategi dalam pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta satu upaya memenuhi kebutuhan dasar warga. 

Beberapa manfaat dari program ini  untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan masyarakat khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat didalamnya. 

Manfaat lain yaitu memberi makna teladan, melatih jiwa berkorban dari hal yang paling kecil, melatih sejak dini  nilai- nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama serta semangat gotong royong. Namun dalam perkembangannya, akan menghadapi tantangan dan mengalami perubahan mengingat budaya lokal ini tidak lepas dari budaya global melalui inovasi ekonomi. 

Adalah peran kita merawat kearaifan lokal sebagai masyarakat yang peduli terhadap sesama dan tentu peduli terhadap kearifan lokal itu sendiri tatkala manfaatnya sangat banyak bagi hal layak.     


Posting Komentar

0 Komentar